Saat itu…
Dunia kelam
Kehidupan suram
Masa kegelapan dimana-mana
Banyak terjadi kekacauan
Jahiliyah namanya
Arca menjadi sesembahan
Matahari dan bulan dipuja
Kedhaliman membudaya
Membelenggu siapa saja
Si buyung yang molek
Si upik yang mungil
Sudah menjadi korban
Mereka dikubur hidup-hidup
Mereka semua tergolek
Dalam buaian debu dan dekapan sang kerikil
Alhamdullilah
Lahirlah sang pahlawan
Di Senin dini hari
20 April 571 Masehi
Sayidina Muhammad namanya
Engkaulah sang penyejuk
Engkaulah yang membaharu
Yang mengubah dunia
Dengan akhlak mulia
Sejak itu ..duniapun berubah
Tak ada lagi budaya menyembah
Sungguh telah datang kepadamu seorang Rosul dari kaummu sendiri
Berat terasa olehnya penderitaanmu
Sangat menginginkan keimanan dan keselamatan bagimu
Beliau merupakan teladan bagi umatnya
Baginda adalah Nabi terakhir yg diutus oleh Allah Subhanahu Wataala
Nabi Sallahu Alaihi Wasalam
Adalah seorang yang berpangkat
Mengapa kita tak mau mengakuinya ?
Bukankah memuji Baginda dengan shalawat itu menghormati Baginda ?
Mengapa kita tidak mau, sedangkan Allah dan Malaikat lagi menghormati Baginda ?
Bidah mulai berbunga
Maulidur Rosul terukir pada dua belas Robiul Awal
Hari keputraan Nabi Muhammad S.W.A (Sallahu Alaihi wasallam) berawal.
Setiap tahun pada hari itu, umat islam diseluruh dunia mengadakan madjlis memperingati keputraannya.
Untuk mengenang sejarah perjuangan Beliau meraih keiklasan Allah Subhanahu Wataala
Ya Nabi Salam Alaika
Ya Rosul Salam Alaika
Ya Habib Salam Alaika
Sallawatullah Alaika….
Qasidah dan salawatan mulai berkumandang
Rebana bertalu-talu
Mengusik kerinduanku pada Beliau
Menghempas kecintaanku pada Beliau
Menguntai kenanganku pada Beliau
Sesaat….
Aku mendengar kisah dan cakrawala yang Beliau bentangkan
Akhirnya aku membaca sirah Muhammad Rasulullah.
Sebab aku teringat Rosulku
Teringat sejarah perjuangan Beliau
Yang pernah kubaca dalam kitab-kitab agama
Dan hati ini menjadi sayu
Terasa ingin berjumpa dengan Beliau
Dan mencium tangannya yang mulia itu
Muhammad adalah raja dua alam: manusia dan jin
Pemimpin dua kaum arab dan bukan arab
Amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin
Beliau mengharapkan kaumnya selalu beradab
Beliau bagaikan permata tak ternilai
Pribadi yang tergosok oleh pengalaman rohani yang tinggi
Ia adalah manusia sederhana dan rendah hati serta mulia
Selama ada dia, tidak satu bulanpun bersinar terang menyamainya
Kehidupannya yang sufistik,
Tercermin dari kezuhudannya,
Tekun beribadah,
Tidak menyukai kemewahan dan kemegahan duniawi.
Bulan Purnama muncul
Bulat sempurna
Bau wangi menegun sepi
Keramahan membawa kehangatan dan kedamaian
Bumi semerbak mewangi
Tatkala Beliau siarkan keindahan islam
Senandung merdu kecintaan dan kerinduan Beliau kepada Allah
Membuahkan teladan bagi umatnya
Dengan suara lembut Beliau bersenandung merdu
Kaum yang hidup sesudahKu
Mereka beriman kepadaKu
Mereka tak pernah melihatKu
Mereka membenarkanKu
Mereka tidak pernah bertemu denganKu
Mereka menemukan kertas yang menggantung
Lalu mereka mengamalkan apa yang ada pada kertasKu
Maka mereka-mereka itulah orang-orang yang paling utama diantara orang-orang yang beriman
Aku rindu padaMu , Ya Rosul
Aku cinta padaMu , Ya Rosul
Berabad jarak dariMu, Ya Rosul
Serasa dikau disini.